10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membangun Rumah Kayu

Properti

Rumah kayu bukanlah lagi jenis rumah yang baru kita dengar. Di dalam dunia properti, rumah kayu termasuk salah satu rumah yang ’eksotis’. Hal ini dikarenakan jumlah rumah kayu cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan rumah batu bata. Tidak heran, memiliki rumah kayu bisa menjadi kebanggaan tersediri. Namun, sebelum memutuskan untuk membangun rumah kayu, ada 10 hal yang perlu diketahui. Agar kita lebih siap memiliki rumah kayu, lihatlah penjelasan berikut ini!

  1. Rumah kayu memberikan suasana yang tenang dan nyaman untuk ditempati

Sudah sejak lama kayu digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat rumah. Karena itu, banyak rumah-rumah tradisional yang terbuat dari kayu. Selain itu, rumah kayu juga dinilai lebih memberikan kesan natural dibandingkan dengan rumah beton. Ketika berada di rumah kayu, kita juga akan merasakan atmosfir yang hangat dan nyaman. Lingkungan sekitar rumah kayu pada umumnya juga tenang dan nyaman.  Di rumah kayu, pemilik rumah dapat mengurangi rasa stress setelah melakukan rutinitas sehari-hari.

  1. Arsitektur rumah kayu tidaklah terbatas

Beberapa dari kita mungkin menginginkan rumah kayu dengan desain rustic serta nuansa tradisional. Desain rumah kayu tersebut terinspirasi dari rumah-rumah kayu pondokan yang dapat kita temui ketika berwisata. Namun, sebenarnya arsitektur yang dapat diterapkan pada rumah kayu tidaklah sebatas rumah pondokan saja. Kita juga dapat menggunakan gaya kontemporer pada rumah kayu. Bahkan, kita juga dapat membuat rumah kayu dengan nuansa yang modern serta geometri yang lebih sederhana. Ingat, kayu hanyalah bahan materialnya. Sementara struktur (arsitektur) rumah dapat disesuaikan dengan keinginan kita.

  1. Bank atau juru taksir rumah akan kesulitan menilai rumah kayu seara akurat

Di zaman yang canggih ini, rasanya sulit untuk menemukan lingkungan yang terdiri atas rumah kayu. Biasanya, rumah kayu akan berjajar diantara rumah-rumah dari batu bata. Jadi, bank atau juru taksir rumah akan kesulitan untuk menilai rumah kayu. Mereka biasanya hanya memberikan taksiran untuk rumah-rumah dengan bahan dasar batu-batuan. Akhirnya, mereka menaksir harga rumah berdasarkan harga kayu sebagai bahan dasar. Padahal, harga rumah kayu tidaklah dapat dihitung berdasarkan harga bahan materialnya. Ada biaya tambahan yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan pembuatan rumah kayu.

  1. Pembuatan rumah kayu membutuhkan biaya yang lebih banyak

Beberapa orang mungkin menganggap hal ini sebagai mitos belaka. Namun, pembuatan rumah kayu nyatanya memang akan memerlukan anggaran yang lebih banyak. Hal ini dikarenakan kita membutuhkan lebih banyak material serta tenaga kerja. Dibandingkan rumah batu bata, kita harus menyiapkan biaya 15-20% lebih banyak. Meskipun ingin menghemat biaya, sebaiknya kita tidak mencoba-coba untuk mengambil alih proses konstruksi rumah kayu. Apalagi, kita juga tidak memiliki keahlian di bidang konstruksi. Lebih baik kita membayar penyedia jasa dibandingkan harus mengeluarkan lagi biaya tambahan karena kecerobohan kita.

  1. Berikan perhatian lebih pada detail pekerjaan konstruksi rumah kayu

Terapat banyak detail pekerjaan yang harus dilakukan ketika membuat rumah kayu. Mulai dari jendela atap, dinding basement, serta papan kayu. Segala detail tersebut haruslah ditangani oleh orang yang ahli pada masing-masing bidang pekerjaan.

6: Penggunaan listrik dapat menjadi sangat menarik

Pemasangan instalasi listrik pada rumah kayu juga menjadi salah satu hal yang perlu kita pikirkan. Dibutuhkan lebih banyak kabel untuk memasang instalasi listrik di rumah kayu. Selain itu, sakelar yang digunakan di rumah kayu juga berbeda pada sakelar di rumah beton.

  1. Pemasangan jendela di dinding akan lebih mahal

Pemasangan jendela di dinding rumah kayu membutuhkan biaya yang lebih mahal. Hal ini dikarenakan pemasangan jendela pada kayu lebih rumit dibanding memasang jendela di beton. Selain itu, area kayu yang dapat dipasangi jendela juga terbatas. Penyedia jasa harus mendesain struktur rumah agar dapat disesuaikan dengan bahan material kayu.

  1. Memilih material dinding untuk rumah kayu

Kayu yang digunakan untuk membuat rumah seringkali melalui proses pengeringan agar tidak lapuk. Namun, proses pengeringan tersebut membuat kayu menjadi menyusut. Berkonsultasilah dengan arsitek kita mengenai bahan material kayu yang dapat bertahan lama. Kini, terdapat juga kayu yang sudah dilapisi bahan tertentu untuk mengurangi penyusutan.

  1. Rumah kayu menyimpan panas termal melalui dindingnya

Meskipun terjadi perubahan cuaca, rumah kayu dapat melindungi kita dari perubahan tersebut. Hal ini dikarenakan dinding rumah kayu dapat menyerap panas termal. Jadi, ketika suhu siang hari panas, kita tidak akan merasa kepanasan. Panas tersebut akan tersimpan di dinding kayu. Apabila sudah malam, dinding rumah akan mengeluarkan lagi panas tersebut.

  1. Rumah kayu membutuhkan biaya perawatan yang lebih

Setiap properti tentu akan membutuhkan biaya perawatan. Namun, rumah kayu membutuhkan biaya perawatan yang lebih dari rumah batu bata. Seperti yang kita ketahui, kayu dapat menyusut serta mengalami retakan. Selain itu, apabila tidak diberikan lapisan pelindung, kayu dapat lapuk. Pahamilah karakter kayu ini sehingga kita dapat memahami cara merawatnya dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.